MENCERITAKAN TENTANG SEKOLAHKU MULAI DARI KELAS 1 SAMPAI 6
Pada kelas 1 guru ku bernama BU ANNISA. Siswa siswi nya ada 31. Setelah itu aku sudah tidak terasa naik kelas 2, dan disitulah kami berpisah dari guru. Kami semua akan merindukan guru kami yang bernama Bu Annisa. Kami naik kelas 2, gurunya bernama Pak Okta. Setelah itu kami saling menyapa dan memberi salam kepada guru kami. Lalu kami memperkenalkan diri dengan salam terlebih dahulu, lalu kami memperkenalkan diri dengan nama masing masing, dan di tutupi dengan salam. Kami tinggal di kelas selama 2 tahun.
Setelah itu, kami naik lagi di kelas 3. Di kelas 3 gurunya bernama Bu Isa. Pada di kelas 3 kami di ajarkan tentang bentuk awan. Diantara kami semua ada yang masih belum paham tentang bentuk awan. Guru nya berkata (siapa yang belum paham tentang bentuk awan ini?) dan temanku menjawab (saya bu) dengan mengangkat tangan nya. 2 tahun lagi kami tak terasa lagi naik di kelas 4. Dikelas 4 gurunya bernama Bu Ida.
Di kelas 4 kami memperkenalkan diri dan bersalaman dengan guru. Kami mengucapkan salam dan menyapanya. Kami sering menyapa dan membantunya jika ada kesulitan. Kami diperlakukan sebagai murid penerus bangsa Indonesia. Kami bersemangat dengan pelajaran atau materi yang di berikan kepada guru kami. Setelah 2 tahun kami naik kelas 5. Dikelas 5 gurunya bernama Bu Endang Murni. Kami sebagai murid saling menyapa dan bersalaman.
Pada saat di kelas 5, aku mempunyai sahabat yaitu semua teman ku yang ada di sekolah SDN MODEL BWI. Pada saat itu kami saling menyapa, menghormati guru, dsn menghargai nya, Kami kadang membuat keributan sampai guru kami marah dan berteriak. Kami pun diam setelah dimarahi guru kami. Kami merasa bersalah karena kami membuat kesalahan yaitu keributan tersebut. Setelah 2 tahun kemudian kami naik kelas 6.
Pada di kelas 6 gurunya bernama Bu Reni. Saat itu kami juga tida sengaja membuat berisik atau keributan. Karena kami ingin berbicara dengan teman yang lain nya. Tidak hanya itu, kami juga bermain dengan teman yang lain. Ada guru yang menjelaskan kami semua nya mendengarkan nya sehingga kami terasa malas. Guru kami mempunyai sebuah game dan tidak membuat kami malas lagi. Kami bergembira dengan nya.
Komentar
Posting Komentar